Logo Desa

Desa Sempolan

Kabupaten Jember
Provinsi Jawa Timur

Loading

Desa Sempolan

Hari Libur Nasional

Tahun Baru Islam 1448 H

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
Selamat Datang di Website Resmi Desa Sempolan Kecamatan Silo Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur | Kantor Desa Sempolan membuka pelayanan publik pada hari Senin - Jumat pukul 08.00 - 14.00 WIB

Berita Desa

Hardiknas Tanpa Desa: Pendidikan untuk Siapa?

Oleh: SUGENG RIYADI

Negara gemar berpidato tentang pendidikan, tapi enggan berinvestasi pada mereka yang menjalankan kebijakan di lapangan. Jika perangkat desa terus dituntut profesional tanpa dibekali pendidikan yang layak, apakah ini kelalaian atau pilihan politik?

Di momentum Hari Pendidikan Nasional, pertanyaan ini tak bisa lagi ditunda. Di Kabupaten Jember, ratusan desa menjadi panggung utama implementasi kebijakan negara. Semua program dari bantuan sosial, pendataan kemiskinan, hingga digitalisasi layanan bermuara di satu titik  perangkat desa. Mereka adalah pelaksana. Mereka adalah wajah negara. Tapi mereka bukan prioritas. Inilah paradoks yang selama ini dibiarkan. Negara mendorong transformasi desa secara besar-besaran transparansi anggaran, pelayanan berbasis digital, tata kelola modern. Namun pada saat yang sama, investasi terhadap kapasitas perangkat desa berjalan setengah hati. Pelatihan minim, tidak berkelanjutan, dan sering kali tidak relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Lebih dari itu, persoalan ini bukan sekadar teknis. Ini adalah soal keberpihakan.

Ketika pendidikan nasional terus digaungkan sebagai prioritas utama, seharusnya ia tidak berhenti pada ruang kelas. Pendidikan juga harus menjangkau mereka yang menjalankan negara di level paling bawah. Namun faktanya, perangkat desa sering kali diposisikan sebagai pelaksana kebijakan tanpa hak yang setara untuk mendapatkan penguatan kapasitas secara sistematis. Di sinilah letak problem politiknya negara menuntut kinerja tinggi, tetapi tidak menyediakan fondasi pendidikan yang memadai. Undang-Undang Desa memang membuka ruang peningkatan kapasitas. Namun tanpa desain kebijakan yang kuat, ia hanya menjadi norma di atas kertas. Tidak ada standar nasional yang tegas, tidak ada roadmap pengembangan SDM perangkat desa yang berkelanjutan, dan tidak ada jaminan bahwa setiap perangkat desa mendapatkan akses pelatihan yang setara. Akibatnya, ketimpangan terjadi di mana-mana.

Desa dengan kapasitas anggaran lebih besar bisa mengakses pelatihan lebih baik. Desa dengan keterbatasan sumber daya harus berjuang sendiri. Ini bukan sekadar ketimpangan administratif—ini adalah ketimpangan kesempatan. Di Jember, dampaknya terasa langsung. Program strategis daerah yang membutuhkan ketepatan data, kecepatan layanan, dan akurasi administrasi sangat bergantung pada kualitas perangkat desa. Ketika kapasitas mereka tidak diperkuat secara serius, maka risiko kebijakan meleset dari sasaran menjadi semakin besar. Lebih jauh lagi, kondisi ini menciptakan lingkaran masalah  kebijakan dirancang ambisius, pelaksana tidak siap, hasil tidak optimal lalu perangkat desa yang disalahkan. Padahal, akar persoalannya jelas  minimnya investasi pendidikan untuk perangkat desa.

Hardiknas seharusnya menjadi momentum untuk membongkar ilusi bahwa pendidikan nasional sudah berjalan merata. Kenyataannya, masih ada kelompok strategis yang justru tertinggal dalam akses pendidikan dan perangkat desa adalah salah satunya.

Jika negara serius membangun dari desa, maka pendidikan perangkat desa harus ditempatkan sebagai prioritas politik, bukan sekadar program pelengkap. Diperlukan langkah konkret dan berani: menetapkan standar nasional pengembangan kapasitas perangkat desa, memastikan anggaran pendidikan aparatur desa yang memadai dan berkelanjutan, serta mengintegrasikan pelatihan perangkat desa dalam sistem pembangunan nasional. Bukan lagi pendekatan seremonial. Bukan lagi kebijakan tambal sulam. Karena pada akhirnya, kualitas negara tidak hanya ditentukan oleh visi di pusat, tetapi oleh kapasitas pelaksana di desa. Jika perangkat desa terus dibiarkan belajar sendiri di tengah beban kerja yang semakin kompleks, maka kita sedang mempertaruhkan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan. Dan jika itu yang terjadi, maka Hardiknas kehilangan maknanya. Sebab pendidikan yang tidak menjangkau mereka yang menjalankan negara, pada akhirnya hanya menjadi slogan.

Lalu, jika desa tetap dibiarkan di pinggiran, kita harus berani menjawab: pendidikan ini sebenarnya untuk siapa?

Beri Komentar

Desa

4,867

Laki-laki

Laki-laki 4,867 penduduk

4,742

Perempuan

Perempuan 4,742 penduduk

9,609

JUMLAH

0

BELUM MENGISI

9,609

TOTAL

TOTAL 9,609 penduduk

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah Desa untuk mendapatkan PIN

Pemerintah Desa

Kepala Desa

MOHAMMAD FADLI

Tidak Ada di Kantor

Sekretaris Kepala Desa

NATA HADINEGARA, S.Sos

Kepala Seksi Pelayanan

SANTOSO

Kepala Urusan Keuangan

SUGENG RIYADI

Tidak Ada di Kantor

Kepala Urusan Perencanaan

SITI HOLIFATUL JANNAH

Kepala Seksi Kesejahteraan

SUPANDI

Tidak Ada di Kantor

Kepala Kewilayahan Krajan

TAUFIKUR RAHMAN

Tidak Ada di Kantor

Kepala Seksi Pemerintahan

SUSI LESTARI

Tidak Ada di Kantor

Kepala Kewilayahan Plalangan

ROMLI

Tidak Ada di Kantor

Kepala Kewilayahan Onjur

AYIS ZAKARIA HIDAYAT

Tidak Ada di Kantor

Staf Perangkat Desa

MISTUN

Tidak Ada di Kantor

Staf Perangkat Desa

SUHARTONO

Tidak Ada di Kantor

Staf Perangkat Desa

SAIFUL BAHRI

Tidak Ada di Kantor

Staf Perangkat Desa

GUNAWAN DWI CAHYO

Tidak Ada di Kantor

Staf Perangkat Desa

ZAFANDANI PRATAMA

Tidak Ada di Kantor

Operator Desa

MUAMMAR KHADAFI

Tidak Ada di Kantor
Jam Kerja
Hari Masuk Keluar
Senin 07:30:00 15:00:00
Selasa 07:30:00 15:00:00
Rabu 07:30:00 15:00:00
Kamis 07:30:00 15:00:00
Jumat 07:30:00 15:00:00
Sabtu Libur
Minggu Libur
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Statistik Pengunjung
Hari ini : 25
Kemarin : 78
Total Pengunjung : 341.559
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.108
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v204.15
Profil Desa
Jenis Tanah : Sawah, kering
Topografi : Persawahan
Sumber Daya Alam : Air
Flora Fauna :
Rawan Bencana :
Kearifan Lokal :
Jenis Jaringan : Fiber optik, 4G, 5G
Provider Internet : Telkomsel, Indosat, Smartfren
Cakupan Wilayah :
Kecepatan Internet : 20 Mbps
Akses Publik :
Regulasi Penetapan Kampung Adat :
Dokumen Regulasi Penetapan Kampung Adat : -
Status Desa : Bukan Adat
Lembaga Adat :
Struktur Adat : -
Wilayah Adat :
Peraturan Adat :
Jam Kerja
Hari Masuk Keluar
Senin 07:30:00 15:00:00
Selasa 07:30:00 15:00:00
Rabu 07:30:00 15:00:00
Kamis 07:30:00 15:00:00
Jumat 07:30:00 15:00:00
Sabtu Libur
Minggu Libur
Agenda

Untuk sementara, belum ada agenda yang akan dilaksanakan.

Statistik Pengunjung
Hari ini : 25
Kemarin : 78
Total Pengunjung : 341.559
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.217.108
Browser : Mozilla 5.0
Tema Pro : DeNava v204.15
Profil Desa
Jenis Tanah : Sawah, kering
Topografi : Persawahan
Sumber Daya Alam : Air
Flora Fauna :
Rawan Bencana :
Kearifan Lokal :
Jenis Jaringan : Fiber optik, 4G, 5G
Provider Internet : Telkomsel, Indosat, Smartfren
Cakupan Wilayah :
Kecepatan Internet : 20 Mbps
Akses Publik :
Regulasi Penetapan Kampung Adat :
Dokumen Regulasi Penetapan Kampung Adat : -
Status Desa : Bukan Adat
Lembaga Adat :
Struktur Adat : -
Wilayah Adat :
Peraturan Adat :
Pemerintah Desa

MOHAMMAD FADLI

Kepala Desa


Tidak Ada di Kantor

NATA HADINEGARA, S.Sos

Sekretaris Kepala Desa

SANTOSO

Kepala Seksi Pelayanan

SUGENG RIYADI

Kepala Urusan Keuangan
Tidak Ada di Kantor

SITI HOLIFATUL JANNAH

Kepala Urusan Perencanaan

SUPANDI

Kepala Seksi Kesejahteraan
Tidak Ada di Kantor

TAUFIKUR RAHMAN

Kepala Kewilayahan Krajan
Tidak Ada di Kantor

SUSI LESTARI

Kepala Seksi Pemerintahan
Tidak Ada di Kantor

ROMLI

Kepala Kewilayahan Plalangan
Tidak Ada di Kantor

AYIS ZAKARIA HIDAYAT

Kepala Kewilayahan Onjur
Tidak Ada di Kantor

MISTUN

Staf Perangkat Desa
Tidak Ada di Kantor

SUHARTONO

Staf Perangkat Desa
Tidak Ada di Kantor

SAIFUL BAHRI

Staf Perangkat Desa
Tidak Ada di Kantor

GUNAWAN DWI CAHYO

Staf Perangkat Desa
Tidak Ada di Kantor

ZAFANDANI PRATAMA

Staf Perangkat Desa
Tidak Ada di Kantor

MUAMMAR KHADAFI

Operator Desa
Tidak Ada di Kantor